Di setiap langkah pergiku kukirimkan doa agar kau dibenamkan rindu. Kelak, saat semua terasa sudah biasa. Semoga rindu tidak membuatmu menjadi gila. Cukup renungkan saja apa yang telah kutinggalkan untuk mengejar sesuatu yang kau sebut bahagia. Semoga semesta selalu menjadikan hari-hari sebagaimana semestinya. Tanamlah apa yang ingin kau tuai nanti. Jangan sedih, jika sesal yang kau urai suatu hari. Aku belajar melepasmu pergi dari hari ke hari. Hingga suatu saat nanti, kusadari tak ada gunanya
Teruslah melangkah semakin jauh.Dan aku kini juga telah melangkah jauh dari tempat asalku guna menenangkan segala perasaan rapuh. Bagiku, akan selalu ada alasan untuk kembali mencintai diri sendiri. Semoga kau bahagia dengan hal yang kau pilih hari ini. Hidup memang harus berlanjut. Biar kuurai semua kesedihan yang kusut. Kau tak usah memikirkan apa pun perihal aku. Sebab kau tak akan kuat menjalani bagian hidupku. Ini berat sekali. Namun, aku hanya ingin kau bahagia untuk hidupmu nanti. Jika itu yang kau pikir terbaik, biarlah kupulihkan hatiku yang dengan sengaja kau buat tidak lagi baik lagi.

kalau aku sibuk dan sedang ingin bekerja, bukan berarti itu tanda berkurangnya cinta.

kalau aku mengganggap tidak perlu ada yang didebatkan soal rasa. artinya kupercaya kau menggenapi jiwa.

aku ini keras kepala, sedikit angkuh, dan tidak suka menerka-nerka. tak perlu menguji-uji rasa. perkara sedalam apa aku menaruh cinta.

Aku berhenti mengejarmu. Bukan karena cintaku telah habis. Namun aku menyadari ada banyak hal diciptakan Tuhan di luar batas kemampuan manusia. Sekadar kau tahu, perasaanku masih saja untukmu. Masih sama ingin rasanya aku menyatakan cinta, masih ingin kau saja selamanya. Namun aku paham. Adakalanya aku memang harus menyerahkan segalanya pada Tuhan. Saatnya memintamu dengan iman
selama aku tidak pergi darimu. semenyebalkan apa pun sifatku. tetap kau satu bagian penting dari diriku.

Sampingan  —  Posted: Agustus 7, 2016 in Uncategorized